Thursday, June 14, 2007

Pembebasan Lahan

beritajakarta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai membebaskan lahan untuk pembangunan mass rapid transit (MRT) atau subway pada tahun 2007 ini. “Pembebasan lahan dilakukan Pemda dan nantinya diperhitungkan sebagai bagian dari investasi di dalam korporasi itu,” jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kepada wartawan, Kamis (14/6).

Pada bulan Juni 2007 ini, kata Fauzi Bowo. Pihak korporasi menyelesaikan beberapa rapat diantaranya pembahasan yang penting yaitu progres pembentukan korporasi untuk mengelola proyek finalisasi dari operasionlisasi dari proyek tersebut.
“Kita targetkan pembangunan konstruksi jalur subway dimulai pada tahun 2008 dan ditargetkan sudah beroperasi tahun 2014 dengan menelan anggaran sebesar US$ 800 juta,” ujar Fauzi Bowo.
Mantan Sekda DKI Jakarta ini mengungkapkan, pada tahap awal jalur subway ini akan dibangun sepanjang tujuh kilometer, yaitu mulai dari Lebak Bulus, Fatmawati, Ratu Plaza, kemudian melalui jalur bawah tanah sampai dengan Dukuh Atas.
Sedangkan, tahap kedua akan dilanjutkan ke arah utara yaitu mulai dari Dukuh Atas, Jl MH Thamrin, Jl Merdeka Barat, Harmoni. Selanjutnya melalui jalur atas kali Ciliwung menuju ke Stasiun Kota.
Dana pembangunannya, kata dia, merupakan pinjaman dari Japan Bank for International Cooporation (JBIC), dimana penyertaan dana dari JBIC ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan nota kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan pihak JBIC yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Tokyo pada 26 November 2006.
Sedangkan proses pengembaliannya, lanjut Fauzi Bowo, pemerintah pusat mendapat tanggung jawab sebesar 48 persen dan Pemprov DKI Jakarta sebesar 52 persen. [wawan]

0 comments: