Jepang: tahun ini rampung
Rencana Kerjasama Pembangunan Subway Diharapkan Rampung Tahun Ini
Kompas - Pembahasan rencana kerjasama Indonesia dan Jepang untuk membangunan subway di Jakarta diharapkan rampung tahun ini sehingga tahun 2008 pembangunan bisa mulai dikerjakan.
"Program tersebut masih dalam pembicaraan tapi kami harap akan selesai pada 2006 ini sehingga dua tahun lagi dapat mulai proses pembangunannya," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Imura, di Jakarta, Jumat.
Subway itu rencanya akan menghubungkan sejumlah tempat di Jakarta dan sekitarnya seperti Depok-Lebak Bulus-Dukuh Atas. Menurut Imura, program pembangunan subway yang rencananya akan berjalan pada 2008-2013 itu diharapkan tidak menggangu arus lalu lintas. "Untuk itu diperlukan sosialisasi optimal dan pemikiran yang matang," katanya.
Program tersebut akan didanai pinjaman dari Jepang (Yen Loan) kategori Special Term For Economic Partership (STEP), yakni pinjaman dengan kisaran suku bunga 0.3-0,4 persen per tahun, jangka waktu pengembalian 30-40 tahun dan Grace Period 10 tahun. Menurut rencana, proporsi pendanaan untuk pembangunan subway dengan teknologi Jepang itu, 85 persen dari Yen Loan dan 15 persen dari pemerintah Indonesia.
"Jepang mengalokasikan 85 miliar yen untuk program tersebut melalui Yen Loan," katanya.
Sekalipun masih dalam proses pembicaraan, Imura berharap keberadaan subway bisa mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Program itu menurut dia sedikit banyak akan berkiblat pada Mass Rapid Transportation (MRT) di Jepang.
Selain rencana pembangunan subway ia juga mengatakan, pemerintah Jepang juga mempunyai program pembangunan jalan raya dari kawasan Tanjung Priok ke kawasan industri yang juga didanai Yen Loan. "Fasilitas pelabuhan Tanjung Priok sedikit tertinggal dibandingkan pelabuhan di Malaysia misalnya, oleh karena itu kami mencoba mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan fasilitas mengingat Tanjung Priok adalah pelabuhan yang penting," ujarnya.
Kunjungan Wapres
Pada ksesempatan itu, Imura juga menyinggung agenda kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ke Jepang pada 22-26 Januari 2006. Menurut dia, Wapres dijadwalkan bertemu dengan Sekjen LDP (Partai Politik terbesar di Jepang. Red) Sutomo Takebe, Menlu Jepang Taro Aso, Asiosiasi Pengusaha Nippon Keidaren dan Perdana Menteri Jepang.
"Agenda pembicaraan mungkin akan lebih banyak berkisar pada peningkatan hubungan bilateral, promosi untuk menarik investasi dan negosiasi untuk mencapai kesepakatan ekonomi," katanya.
Imura juga mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait Laporan Kinerja Join Forum on Investement antara Jepang dan Indonesia. "Ada empat kelompok kerja yang akan memberikan laporan yaitu pajak, tenaga kerja, infrastruktur, dan daya saing," katanya. [Sumber: Ant Penulis: Egi]












0 comments:
Post a Comment