Monday, December 13, 2004

Dukungan Presiden

Presiden Dukung Pembangunan Subway dan Perumahan Massal
Senin, 13 Desember 2004 | 15:38 WIB

TEMPO Interaktif, - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung sejumlah proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada 2005, terutama pembangunan subway dan perumahan rakyat. "Saya paling puas hari ini presentasi di depan presiden meski waktunya singkat, karena dukungan dan komitmen beliau (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) sangat tinggi," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balai Kota Jakarta, Senin (13/12).

Dalam presentasi yang berlangsung 30 menit dengan presiden di Istana Negara tersebut, Sutiyoso memaparkan dua proyek, yakni subway dan pembangunan perumahan rakyat. Meski begitu, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, kata Sutiyoso, telah mengagendakan pertemuan dirinya pekan depan.

Pertemuan itu direncanakan akan berlangsung selama dua jam untuk membahas masalah-masalah lain yang ada di Jakarta. Seperti penanganan banjir kanal timur dan penanganan sampah. Dalam pertemuan itu, kata Sutiyoso, seluruh menteri terkait juga akan turut dipanggil oleh presiden. "Disini kelihatan daya tangkap beliau. Bahwa masalah ibukota adalah masalah citra negeri ini," kata Sutiyoso.

"Lagipula, kalau ibukota semrawut, kumuh, apa daya saingnya," tambahnya. Menurut Sutiyoso, saat ini DKI harus segera melakukan pembenahan secara komprehensif sehingga dapat menciptakan kota yang representatif dan mempunyai daya saing.

Mengenai pembangunan subway, Sutiyoso menyatakan, akan terjadi perubahan stasiun-stasiun. Stasiun seluas 3 hektar yang semula akan dilakukan di Fatmawati akan dipindah di Lebak Bulus. "Ini sudah keputusan menteri yang berdasar pada beberapa aspek diantaranya aspek ekonomi," kata Sutiyoso.

Pihaknya yakin, pembangunan subway akan dapat mengatasi permasalahan transportasi. "Jika transportasi massal termasuk subway ini sudah tersusun kita tidak perlu was-was terjadi stagnasi," katanya. Keyakinan Sutiyoso itu diperkuat dengan adanya perhitungan-perhitungan yang telah dilakukan. Pasalnya, berdasarkan perhitungan yang ada pinjaman sebesar Rp 7 triliun yang berasal dari Jepang akan dapat dikembalikan.

Untuk pembangunan perumahan rakyat, pihaknya akan memanfaatkan tanah-tanah yang ada termasuk milik BPPN (perumnas). Pembangunan perumahan rakyat akan diprioritaskan bagi masyarakat kalangan menengah kebawah. Seperti masyarakat yang berada dipinggir kali, banjir kanal timur (BKT), dan mereka yang menduduki tanah-tanah ilegal.

Jumlah perumahan yang akan dibangun kurang lebih sebanyak 70 ribu unit. Termasuk untuk kalangan menengah. Campur tangan dari pemerintah pusat, lanjut Sutiyoso, juga akan diberikan dalam bentuk pemberian dana. Namun, Sutiyoso enggan menyebutkan secara rinci berapa besar bantuan pemerintah pusat. "Yang pasti akan ada dukungan dari pemerintah karena kalau tidak kita tidak akan mampu. Untuk dana masing-masing ada proporsinya," kata Sutiyoso.

Agar pembangunan dapat segera terlaksana yang ditargetkan mulai 2005 Sutiyoso akan membentuk sebuah tim akselerasi (percepatan) yang merupakan gabungan dari pemda dan pusat. Dimana, jadwal akan ditentukan oleh pemda. "Untuk subway nanti gabungan dari dinas perhubungan dan menteri perhubungan. Sedangkan perumahan gabungan dari dinas perumahan dan menteri perumahan rakyat." [Suryani Ika Sari-Tempo]

0 comments: